Kamis, 25 September 2014

manajemen pemasaran, distribusi,dan komunikasi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.    LATAR BELAKANG
Penetapan harga merupakan keputusan kritis yang menunjang keberhasilan operasi organisasi profit maupun non profit. Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi organisasi. Namun, keputusan mengenai harga (terutama dalam konteks pemasaran jasa) tidak mudah dilakukan. Di satu sisi, harga yang terlalu mahal bisa meningkatkan laba jangka pendek, tetapi di sisi lain akan sulit dijangkau konsumen dan sukar bersaing dengan kompetitor. Dalam kasus tertentu, harga yang terlampau mahal bisa diprotes lembaga konsumen dan bahkan mengundang campur tangan pemerintah untuk menurunkannya. Selain itu, margin laba yang besar cenderung menarik para pesaing untuk masuk ke industri yang sama. Sedangkan bila harga terlalu murah, pangsa pasar bisa melonjak, namun margin kontribusi dan laba bersih yang diperoleh akan berkurang. Selain itu, sebagian konsumen bisa saja mempersepsikan kualitasnya jelek. Semua organisasi yang berorientasi laba dan banyak organisasi nirlaba menetapkan harga atas produk atau jasa mereka. Harga disebut dengan berbagai nama. Harga merupakan elemen bauran pemasaran yang paling fleksibel (harga dapat diubah dengan cepat, tidak seperti ciri khas produk dan perjanjian distribusi). Pada saat yang sama, penetapan dan persaingan harga juga merupakan masalah nomor satu yang dihadapi perusahaan. Namun, banyak perusahaan yang tidak menangani penetapan harga dengan baik. Kesalahan yang paling umum yang pertama adalah penetapan harga yang terlalu berorientasi biaya. Kedua, harga kurang sering direvisi untuk mengambil keuntungan dari perubahan pasar. Ketiga, harga ditetapkan secara independen dari bauran pemasaran lainnya dan bukannya sebagai unsur intrinsik dari strategi penentuan posisi pasar. Keempat, harga kurang cukup bervariasi untuk berbagai macam produk, segmen pasar, dan saat pembelian. Perusahaan menangani penetapan harga dengan berbagai cara. Pada perusahaan-perusahaan kecil, harga biasanya ditetapkan oleh manajemen puncak dan bukan oleh bagian pemasaran atau penjualan. Pada perusahaan-perusahaan besar, penetapan harga biasanya ditangani oleh manajer divisi dan lini produk. Pihak lain yang mempengaruhi penetapan harga antara lain manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan,dan.akuntan.
Bauran pemasaran yang keempat adalah place, atau lebih dikenal dengan saluran distribusi produk dari gudang penyimpanan untuk disalurkaan e agen besar, agen kecil, pengecer dan terakhir ke took, took sywalayan dan warung-warung trdisional, yang pada akhirnya bertemu transaksi dengan para konsumen. Produk yang diproduksi oleh produsen sampai kepada para konsumen memerlukan waktu,dimana waktu yang diperlukan ada yang relative pendek atau relative panjang. Lama tidaknya penyaluran produk dari gudang penyimpanan ke konsumen akhir tergantung ddari jaraknya , semakin dekat waktu yang diperlukan akan semakin sedikit, dan semakin jauh waktu yang diperlukan juga semakin lama, untuk kecepatan distribusi produk tersebut, maka suatu perusahaan mempuntai gudang penyimpanan di tiap daerah pemasaran. Sehingga memperpendek waktu tempuh dan mempecepat distribusi produk. (*DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN, Drs. Danang Sunyoto,SH.,SE.,MM.)
Komunikasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam berorganisasi. Hasilnya penelitian seorang pakar komunikasi menyimpulkan bahwa sekitar 75 % - 90 % waktu kerja digunakan pimpinan atau manajer untuk berkomunikassi. Jika dua orang atau lebih bekerja sama maka perlu adanya komunikasi antarmereka. Maakin baik komunikasi mereka , makain baaik pula kemungkinana kerja ssama mereka. Komunikasi yang efektif menuntutn rasa saling menghormati, percata, terbuka, ddan tanggung jawab. Leader atau manajer menyampaikan semua fungsi manajemen dan tugas manajemen melalui saluran komunikasi. Leader atau manajer melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, semuanya melalui komunikasi kepada bawahannya. Demikian pula dengan pemberian tugas – tugas seperti administrasi : (a) peserta didik, (b) tenaga pendidikan dan tengana kependidikan, (c) keuangan, (d) sarana dan prasarna, (e) hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (f) layanan-layanan khussus juga dilakukan melalui komunikasi.
Sarana yang digunakan leader dan manajer dalam berinteraksi ddengan bawahannya, atassannya,spesialis, kelompok leader atau manajer, masyarakat, kelompok lain, asosiassi profesi, pemerintah, pelanggan, pihak-pihak yang berkepentingan, supplier, organisasi – organisasi adalah komuniakssi. Jadi keterampilan social perlu dimiliki daalam rangka membina hubungn social atau keterampilan social perlu dimiliki setiap leader  atau manajer.( *MANAJEMEN, PROF. DR.HUSAINI USMAN,M.PD.,M.T. )

1.2. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulis menulis makalah ini tidak lain hanya untuk berbagi ilmu dan menambah pengetahuan umumnya untuk manajemen pemasaran dan dikhususkan pada stategi penetapan harga, distibusi, dan komunikasi pemasaran.

1.3.      RUMUSAN MASALAH
a.             Bagaimana Stategi Penetapan Harga ?
b.            Apakah yang dimaksud dengan Saluran Distribusi?
c.             Apakah yang dimaksud komunikasi pemasaran ?


BAB II
PEMBAHSAN

PENETAPAN HARGA

1.1.  PENGERTIAN HARGA
Dalam pembahsan pada umunya berkaitanlangsung dengan masalah harga suatu produk. Apakah harga produk sudah sesuai dengan kualitas produk? Berapaka harga produk yang sesuai ? jika penentuan atau penetapan harga tidak sesuai dengan kondisi produk, tentu saja akan menjaadi masalah pemasar. Misalnya harga yang ditetapkan terlalu mahal atau terlalu murah untuk produk dengan kwaliats tertemtu . jika penetapan harga produk terlalu mahal , tidak sesuao dengan kwalitaasnya, konsumen akan cenderung meninggalkannya dan mencari produk sejenis lainya. Sebaliknya jika penetapan harga produk terlalu murah , konsumen ada kemungkinan akan membeli dalam jumlah relative banyak. Pada akhirnya kedua kesalahan penetapan harga produk di atas, sama sama menimbulkan kerugian bagi produsen.
Lalu apa yang di maksud dengan harga itu ? ada beberapa pengertian mengenai harga , sebgai berikut :
a.          Menurut Michael J.Etzel
Adalah nilai yang disebutkan dalam mata uang ( dolar = $ )atau medium moneter lainya sebagai alat tukar (Price is value expressed in terms of dollars or monetary medium of exchange)
Didalam ilmu ekonomi , pengertian garga mempunyai hubyngan dengan nilai keguanaann. Nilai adalah ukutan jumlah yang diberikan oleh suatu produk apabila produk itu ditukarkan dengan produk lainya. Sedangkan kegunaan adalah atribut dari sebuah item yang memberikan tingkat kepuasan tertentu pada konsumen.

b.         Menurut Indriyo Gitosudarmo
Harga itu sebenarnya merupakan nilai yang di nyatakan dalam satu mata uang atau alat tukar, terhadap suatu produk tertentu.
Jadi pengertian harga adalah sejumlah uanga yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah produk tertentu atau kombinasi antara narang dan jasa. Harga sebenarnya bukanlah hanya di pertentukan bagi suatu produk yang sedang  diperjual belikan dipasar ssaja tetaoi juga berlakuuntuk produk-produk  yang lain. Misalnya rumah yang disewakan atau dikontrakan, konsultan, akuntan public, pengacara, dokter melalui tariff yang ditentukan.

c.          Menurut Kotler
Pengertian harga adalah ssejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk tertentu.perusahaan menetapkan harga berbagai cara. Didalam oerusahaan kecil, seringkali ditetapkan oleh manajemen puncak. Di perusahanan – perusahaan besar, penetapan harga biasanya ditangani oleh para manajer divisi atau manajer lini produk. Bahkan dalam perusahaanan ini, manajemen puncak menyusun tujuan dan kebu=ijakan tentang penetapan harga umum dan seringkali menyetujui harga yang diusulakan oleh manajemen pringkat bawah.(*DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN, Drs. Danang Sunyoto, SH.,SE.,MM. : 130)

Sedangkan penetapan harga adalaha suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima dari produk atau jasa yang di hasilkan.
Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
Dengan kata lain harga dan penetapan harga adalah suatu proses yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan nilai suatu produk atau jasa dengan mengkalkulasikan terlebih dahulu segala macam biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga.

1.2.   TUJUAN PETAPAN HARGA
Penjual barang dalam menetapkan harga dapat mempunyai tujuan yang berbeda satu sama lain antar penjual maupun antar barang yang satu dengan yang lain. Tujuan penetapan harga menurut para ahli yaitu : 
1.      Menurut Harini (2008: 5) adalah sebagai berikut:
a.          Penetapan harga untuk mencapai penghasilan atas investasi. Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan prosentasenya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu dari barang yang dihasilkannya. 
b.         Penetapan harga untuk kestabilan harga. Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun. 
c.          Penetapan harga untuk mempertahankan atau meningkatkan bagiannya dalam pasar. Apabila perusahaan mendapatkan bagian pasar dengan luas tertentu, maka ia harus berusaha mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam penetapan harga jangan sampai merugikan usaha mempertahankan atau mengembangkan bagian pasar tersebut. 
d.         Penetapan harga untuk menghadapi atau mencegah persaingan. Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada harga berapa ia akan menetapkan penjualan. Ini berarti bahwa ia belum memiliki tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut. 
e.          Penetapan harga untuk memaksimir laba. Tujuan ini biasanya menjadi anutan setiap usaha bisnis. Kelihatannya usaha mencari untung mempunyai konotasi yang kurang enak seolah-olah menindas konsumen. Padahal sesungguhnya hal yang wajar saja. Setiap usaha untuk bertahan hidup memerlukan laba. Memang secara teoritis harga bisa berkembang tanpa batas

2.      Menurut Machfoedz (2005: 139)
a.          Orientasi laba: mencapai target baru, dan meningkatkan laba;
b.         Orientasi penjualan: meningkatkan volume penjualan, dan mempertahankan atau mengembangkan pangsa pasar

3.   Menurut Tjiptono (2002) tujuan penetapan harga adalah :
a.       Berorientasi laba yaitu bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi.
b.      Berorientasi pada volume yaitu penetapan harga berorientasi pada volume tertentu.
c.       Berorientasi pada citra (image) yaitu bahwa image perusahaan dapat dibentuk melalui harga.
d.      Stabilisasi harga yaitu penetapan harga yang bertujuan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga perusahaan dengan harga pemimpin pasar (market leader).
e.       Tujuan lainnya yaitu menetapkan harga dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas konsumen, mendukung penjualan ulang atau menghindari campur tangan pemerintah.

4.   Menurut Kotlre, 1992 tujuan penetapan harga adalah :
a.       Perusahaan dengan hati – hati menyusun tujuan – tujuan pemasarannya, misalnya mempertahankan hidup, meningkatkan laba saatitu, ingin memenangkan bagian pasar atau kualitaas produk.
b.      Perusahaan menentukan kurva permintaan yang memperlihatkan kemungkinan jumlah produk yang akan terjual perpriode, pada tingkat – tingkat harga alternative. Permintaan yang semakin tidak elastis, semakin tinggi pula harga yang dapt ditetapkan oleh perusaahaan.
c.       Perusahaan memperkirakan bagaimana biaya akan bervarriasi pada tingkat produksi yang berbeda – beda.
d.      Perusahaan mengamati harga – harga para pesaing sebagai dasar ntuk menetapkan merka sendiri.
e.       Perusahaan memilih salah sati daar metode penetapan harga terdiri penetapan harga biaya plus, analisis pulang pokok dan penetapan laba sasara, penetapan harg nilai yang diproleh, penetapan harga yang sesuai den laju perkembangan dan penetapan harga dalam sampul tetutup.(DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN, Drs. Danang Sunyoto,SH.,SE.,MM. : 131)

1.3. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENETAPAN HARGA
 Pada dasarnya ada dua factor yang mempengaruhi penetapan harga (William J. Stanton, 1997)
1.      Memperkirakan permintaan produk (Estimate for the product)
Ada dua langka memperkirakan permintaan, yaitu :
a.       Memperkirakan berapa besarnya harga yang diharapkan (The expected price)
Harga yang diharapkan untuk suatu produk adalah harga yang secara sadar atau tidak sadar dinilai oleh konsumen atau pelanggan.
b.      Memperkirakan penjualan dengan harga yang berbeda (Estimate of sale vories price)
Manajemen eksekutif harus juga dapat memperkirakan volume penjualan dengan harga yang berbeda, sehingga dapat ditentukan jumlah permintaan, elastisitas permintaan, dan titik impas yang mungkin tercapai.

2.      Reaksi pesaing (Competive reactions)
Pesaing merupakan salah satu factor yang mempengaruhi penciptaan harga terutama sekali macam –macam pesaing yang potensial. Sumber pesaing tersebut berasal dari tiga macam, yaitu :
a.       Produk yang serupa, misalnya Jarum 76 dengan rokok Bintang Buana, Minuman energy M150 dengan minuma Extra Joss.
b.      Produk penggangti, misyalnya merek Gulaku dengan merek Tropikal Slim, susu sapi dengaan susu kedelai.
c.       Produk yang tidak serupa, tetapi mencari konsumen yang sama, Misalnya jasa pendidikan perguruan tinggi dengan produk computer, produk sepeda motor dengan mobil.


3.      Bauran pemasaran lainya(Other part of the marketing mix)
a.       Produk
Kegunaan produk, baru atau tidaknya produk,modifikasi produk dan lain – lain.
b.      Saluran Distribusi
Tipe saluran dan tipe pialang yang dipergunakan akan memengaruhi penetapan harga, harga ke grosir tentu berbeda dengan harga ke pengecer.
c.       Promosi
Siapakah yang melaksanakan atau yang bertanggung jawab dalam promosi? Promosi dilakukan oleh produsen dan jika dilakukan oleh distributor tentu beda dalam menetapkan harga kepada distributor.

1.4. STRATEGI PENETAPAN HARGA
 Untuk memenangkan sebuah persaingan, maka pihak produsen harus menentukan strategi harga yang tetap bagi produknya. Menurut Indriyo Gteitosudarmo (1999) ada dua strategi penetapan harga yaitu :
1.      Strategi harga bagi produk baru
Dalam pemasaran penetapan harga tinggi pada produk baru disebut market skimming pricing, dan penetapan harga tinggi ini akan berhasil jika :
a.       Cukup banyak permintaan terhadap produk yang bersangkutan.
b.      Harga yang tinggi diasumsikan tidak menarik bagi para pesaingannya.
c.       Harga yang tinggi diasumsikan akan mampu meningkatkan citra produk yang superior.

Sedangkan penetapan harga rendah (murah) pada produk baru disebut market penetration pricing dan akan berhasil jika :
a.       Pasar ssanggat peka, sehingga harga yang renda mampu merangsang pertumbuhan atau permintaan pembeli potensi yang sebanynnya ak – banyaknya.
b.      Pengaalaman produksi mampu menekan biaya produksi dan biaya distribusi
c.       Harga yang renda tidak menarik nagi para pesainganya.

2.      Strategi harga bauran produk
Pada inti strategi penetapan harga untuk bauran produk adalah kebersamaan di antra harga – harga produk secara keseluruhan.
Strategi harga bauran produk dibedakan menjadi 4, yaitu :
a.       Harga garis produk
Penetapan harga berdasarkan garis produk adalah menetapkan harga produk menurut jenis produk.
b.      Harga produk perlengkapan
Selain bermacam – macam variab produk yang diproduksi, pihak produsen seringkali memproduksi atau menyediakan produk perlengkapan(optional) pendukung produk utama, misalkan krat tempat minum botol, kompor gas dengan selang dan tabung gas yang sama mereknya, mobil dengan aksesoris radio tape, AC.
c.       Harga produk penawaran (captive)
Produsen juga ada yang hanya menjual produk utama saya tanpa perlengkapan lainya, seperti mobil remot tanpa batrai dan harus membeli sendiri batarainya , membeli computer tanpa programnya dan lain – lain, sehingga kesannya adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen relative relative murah.
d.      Harga produk sampingan
Seringkali perusahaan tidak dapat menghindarkan untuk memproduksi produk lain di samoing produk utamnya, dan proses produksi tersebut walaupun bukan utama, namu tetap saja pihak produsen harus mengeluarkan biaya, misalkan pabrik gula tebu, dimana gula pasir merupakan produk utamanya, dan spiritus sebagai produk sampingan.





















SALURAN DISTRIBUSI
2.1. PENGERTIAN SALURAN DISTRIBUSI
Beberapa pengertian mengenai saluran distribusi dan yang berkaitan dengan saluran distribusi oleh pakar dibidangnta sebagai berikut :
1.      Menurut Michael J. Etzel
Saluran distribusi terdiri dari serangkaian lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemilikannya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai bisnis (A distribution channel consist of the set of people and firms involved in the flow on titlento a product as it moves from producer to ultimate costumer or business user).

2.      Menurut Suhardi Sigit
Saluran distribusi adalah perantara-perantara, para pembeli penjual yang dilalui oleh perpindahan barang fisik maupun perpindahan milik sejak dari produsen hingga ke tangan konsumen.

3.      Menurut Basu Swastha DH
Definisi saluran pemasaran menurut David Revzan dikutip oleh Basu Swastha DH (1991), merupakan suatu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada pemakai.

2.2.   MACAM MACAM DISTRIBUSI
Para agen dan dristibutor juga mengalami kerugian yang hampir sma dengan produsen, yaitu menanggung biaya penyimpanan produk dan harus membayar tenaga kerja, tanpa banyak aktivitas kerja karena barang tidak ada atau sedikit di gudang penyimpanan. Para konsumen rugi karena barang tersebut sangat dibutuhkan, sehingga harus menunggu barang itu ada dan atau harus mencari barang yang lain dengan kualitas dan kemanfaatan  yang sama. Untuk itulah diperlukan pemilihan saluran distribusi yang tepat.
Berikut ini macam-macam saluran distribusi untuk barang konsumsi, untuk barang industry dan untuk jasa.
1.      Menurut Wiliam J. Stanton
Saluran distribusi dibedakan menjadi saluran distribusi untuk barang konsumsi, untuk barang industry dan untuk jasa.
a.       Saluran distribusi untuk barang konsumsi
Saluran distribusi ini meliputi produsen ke konsumen, produsen-pengecer-konsumsi, produsen-pedagang besar-pengecer konsumen, produsen-agen-pengecer-konsumen, produsen-agen-pedagang besar- pengecer-konsumen.
1.      Produsen ke konsumen
Produsen menggunakan saluran langsung dengan penjualnya dari rumah atau melalui pos. Pada perusahaan penerbitan buku biasanya menggunakan dengan cara menjual dari sekolah atau dari kampus ke kampus.
2.      Produsen-pengecer-konsumen
Banyak para pengecer besar bertindak sebagai perantara sekaligus sebagai pengecer dan juga sebagai penyalur industri.
3.      Produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen
Di dalam pasar konsumen, mereka merupakan grosir atau pedagang besar dan sekaligus pengecer.
4.      Produsen-agen-pengecer-konsumen.
Produsen juga menggunakan perantara agen untuk mencapai para pengecer besar maupun pengecer kecil di pasar. Misalkan produsen makanan menggunakan broker untuk memasukkan kue ke pengecer besar (supermarket) atau pengecer kecil (took kecil).
5.      Produsen-agen-pedagang besar-pengecer-konsumen.
Untuk mencapai pengecer kecil, produsen sering menggunakan perantara agen dengan menggunakan pedagang besar untuk menyalurkan ke par pengecer kecil.

b.      Saluran distribusi untuk barang industry
1.       Produsen-pemakai
Saluran distribusi langsung ini dilakukan untuk produk industry berat yang harganya relative mahal dan mempunyai struktur saluran yang lain.
2.    Produsen-distributor industry-pemakai
Untuk produk alat-alat kantor, operating supplies, dan lain-lain produsen menggunakan distributor industry dalam menyalurkan barangnya ke konsumen.
3.    Produsen-agen-pemakai
Untuk suatu produk atau memasuki pasar produsen menggunakan agent u tenaga penjual sendiri.
4.    Produsen-agen-distributor industri-pemakai
Produsen tidak bias menjual barangnya dengan menggunakan agen untuk dijual langsung kepada pemakai tetapi menggunakan jasa distributor industry untuk dijual kepada pemakai.

c.       Saluran distribusi untuk jasa
Untuk jenis saluran distrbusi jasa ada dua macam, yaitu produsen – konsumen, dan produsen – agen – konsumen.
1.      Produsen – Konsumen
Karena jasa merupakan batang tidak berwujud maka proses produksi dan aktivitas    penjualannya membutuhkan kontak langsung antara produsen dan konsumen. Tipe saluran langsung ini banyak dipergunakan oleh jasa-jasa professional, seperti akuntan, konsultan.
2.      Produsen-agen-konsumen
Penjualan jasa juga sering menggunakan agen sebagai penghubung antara produsen dan konsumen, seperti jasa angkutan, travel dan sebagainya.

2.      Menurut Indriyo Gitosudarmo
Macam saluran distribusi dibedakan menjadi tiga, yaitu saluran distribusi intensif, saluran distribusi intensif, saluran distribusi intensif, saluran distribusi selektif, dan saluran distribusi eksklusif.
a.       Saluran distribusi intensif
Saluran ini merupakan cara distribusi di mana barang yang dipasarkan itu diusahakan agar dapat menyebar seluas mungkin sehingga dapat secara intensif menjangkau semua lokasi di mana calon konsumen itu berada.
b.      Saluran distribusi selektif
Saluran ini merupakan cara distribusi di mana barang-barang hanya disalurakan oleh beberapa penyalur saja yang terpilih atau selektif.
c.       Saluran distribusi eksklusif
Saluran ini merupakan bentuk penyaluran yang hanya menggunakan penyalur yang sangat terbatas jumlahnya, bahkan pada umum hanya ada satu penyalur tunggal untuk satu daera tertentu.
(*DASAR-DASAR MANAJEMAN PEMASARAN, Drs. Danang Sunyoto, SH.,SE.,MM)

2.3.   FUNGSI FUNGSI DISTRIBUSI
Pada pokoknya fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan dalam saluran distribusi dapat dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu fungsi pertukaran, fungsi penyediakan fisik, dan fungsi penunjang (Basu Swata, 1991).
1.         Fungsi Pertukaran
Pada fungsi pertukaran dibedkan menjadi 3 macam, yaitu pembelian, penjualan pengambilan risiko.
a.             Pembelian
Fungsi pembelian merupakan usaha memilih barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali atau untuk digunakan sendiri dengan harga, pelayanan dari penjul dan kualitas tertentu.
b.            Penjualan
Fungsi penjualan dilakukan oleh pedagang besar sebagai alat pemasaran bagi produsennya. Fungsi ini sangat penting karena bertujuan menjual barang atau jasa yang di perlukan sebagai sumber pendapatan untuk menutup semua biaya untuk memperoleh laba.
c.             Pengambilan risiko
Fungsi pengambilan risiko merupakan fungsi menghindari dan mengurangi risiko terhadap semua masalah dalam pemasaran, sehingga akan melibatkan beberapa fungsi yang lain. Dalam penyaluran barang-barang biasanya pedagang besar memberikan jaminan tertentu baik kepada pengecer maupun produsennya.
2.         Fungsi Penyediann Fisik
Ada empat macam fungsi yang termasuk dalam penyediaan fisik yaitu :
a.             Pengumpulan
Sebagai alat penyaluran perantara melakukan fungsi pengumpulan barang-barang dari beberapa sumber atau beberapa macam barang dari sumber yang sama. Pengumpulan ini sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi penyaluran terutama untuk barang-barng konsumen seperti makanan.
b.         Penyimpanan
Fungsi ini menciptakan faedah waktu karena melakukan penyesuaian antara penawaran dengan permintaannya. Contohnya buah, yang memerlukan tempat khusus.
c.       Pemilihan
Fungsi ini dilakukan oleh penyalur dengan cara menggolong-golongkan, memeriksa dan menentukan jenis dan kualitas dari barangnya. Biasanya kualitas barang dapat dibedakan ketiga tingkatan yaitu kualitas baik, kualitas sedang, dan kualitas rendah.
d.      Pengangkutan
Fungsi ini, merupakan fungsi pemindahahn barang dari tempat barang dihasilkan ketempat barang dikonsumsikan. Pengangkutan yang baik memungkinkan perluasasn pasar dan memungkinkan pula spesialisasi dalam industri yang akan berakibat produksi secara besar-besaran.
3.         Fungsi penunjang
Fungsi ini bersifat membantu untuk menunjang terlaksananya fungsi yang lain, termasuk fungsi yang ada dibawah ini,yaitu :
a.       Pelayanan sesudah pembelian
Dapat disebutkan disini bahwa barang atau produk seperti sepeda motor sangat memerlukan pelayanan sesudah pembeli mengenai harga purna jual, reparasi, ketersediaan dan kemudahan memperoleh suku cadang.
b.      Pembelanjaan
Kedua belah pihak baik konsumen maupun produsen memerlukan sumber pemberlanjaan, yang bias didapat dari penjual, penyedia dengan cara membayar kredit.
c.       Penyebaran informasi
Dengan sejumlah informasi dapat diukur seberapa jauh kepentingan pembeli, penjual atau lembaga lain dalam saluran distribusi, misalnya took swalayan, took grosir.
d.      Koordinasi saluran
Fungsi ini dilakukan untuk mengorganisasi semua lembaga yang terlibat dalam saluran distribusi dan sangat berkaitan dengan fungsi penyebaran informasi. Fungsi ini mengoordinasi lembaga saluran dan fungsi-fungsi lainnya.
(*DASAR- DASAR MANAJEMEN PEMASARAN, Drs. Danang Sunyoto, SH.,SE.,MM., : 179-181)


















KOMUNIKASI
3.1. KOMUNIKASI PEMASARAN
Komunikasi pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan "suara" perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen. Komunikasi pemasaran bagi konsumen, dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta emndorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

3.2.   TUJUAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Adapun tujuan dari komunikasi pemasaran ini secara garis besar adalah untuk memperoroleh keuntugan (profit). Namun tujuan lain dari komunikasi pemasaran ini ialah sebagai berikut :
a.          Informasi
Memberikan informasi melalui media yang tersedia kepada khalayak, sehingga khlayak mengetahui. Contoh iklan-iklan di media massa, baik media televisi, media cetak seperti koran maupun media baru seperti facebook, twitter, hingga media outdoor seperi baliho, dan poster, kesemua iklan tersebut pada intinya memberikan informasi kepada khalayak atau pun konsumen.
b.          Persuasi (mempengaruhi)
Setelah tujuan komunikasi pemasaran itu sebagai informasi namun ternyata pesan yang di samapaikan melalui iklan tersebut sifatnya mempengaruhi atau pun Mengajak khalayak untuk memebeli, produk yang diiklankan tersebut. Seperti contoh dalam iklan
c.          Menjaga Kesetiaan
Tujuan dari komunikasi pemasaran disini yaitu, menjaga kesetiaan, dalam artian produk yang kita tawarkan betul-betul berkualitas, dan menjaga kualitas produk yang kita pasarkan, artinya setelah produk kita diminati banyak orang lantas kita mengurangi, item-item yang penting dalam produk, sehingga mengurangi kualitas sehingga konsumen tidak lagi tertarik terhadap produk kita.

3.3.   DUA UNSUR PRODUK DALAM KOMUNIKASI
Ada dua  unsur pokok dalam komunikasi pemasaran, yaitu:
a.       Komunikasi : Proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu. Komunikasi sebagai proses penyampaian pesan yang merupakan gagasan atau informasi pengirim melalui suatu media kepada penerima agar mampu memahami maksud pengirim.
b.      Pemasaran : Sekumpulan kegiatan dimana perusahaan atau organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai (pertukaran) tentang informasi produk, jasa dan ide antara mereka dengan pelanggannya.

3.4.   BAURAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Bauran komunikasi pemasaran terdiri dari delapan model komunikasi utama, yaitu:
a.       Iklan : Adalah struktur informasi dan susunan komunikasi non personal yang dibiayai dan bersifat persuasif dan promosi tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor yang teridentifikasi melalui berbagai macam media.
b.      Promosi penjualan : Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa.
c.       Acara dan pengalaman : Kegiatan dan program yang disponsori perusahaan yang dirancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu.
d.      Hubungan masyarakat dan publisitas : Beragam program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya.
e.       Pemasaran langsung : Penggunaan surat, telepon, faksimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan.
f.       Pemasaran interaktif : Kegiatan dan program online yang dirancang untuk melibatkan pelanggan dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra, dan menciptakan penjualan produk dan jasa.
g.      Pemasaran dari mulut ke mulut : Komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antarmasyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa. Penjualan personal : Interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan.

3.5.   LANGKAH – LANGKAH DALAM KOMUNIKASI
Ada delapan langkah dalam mengembangkan komunikasi yang efektif.
a.       Mengidentifikasikan pemirsa atau konsumen sasaran : menganalisa pembeli potensial produk perusahaan dan menetapkan target konsumen.
b.      Menentukan tujuan komunikasi : kebutuhan kategori, kesadaran merek, sikap merek, maksud pembelian merek.
c.       Merancang komunikasi : strategi pesan, strategi kreatif, sumber pesan, adaptasi global. Memilih saluran komunikasi.
1.      Saluran komunikasi pribadi : dua orang atau lebih berkomunikasi tatap muka, antara seseorang dengan pemirsa, melalui telepon atau melalui e-mail.
2.      Saluran komunikasi nonpribadi : komunikasi yang diarahkan ke lebih dari satu orang dan meliputi media, promosi penjualan, acara dan pengalaman, serta hubungan masyarakat.
d.         Menetapkan total anggaran komunikasi pemasaran : metode terjangkau, metode persentase penjualan, metode paritas kompetitif, metode tujuan dan tugas. Memutuskan bauran komunikasi pemasaran (marketing mix).
e.          Mengukur hasil komunikasi : mengukur dampak pesan yang dikomunikasikan terhadap konsumen sasaran dan umpan balik yang diterima.
f.          Mengelola proses komunikasi pemasaran terintegrasi : mengkoordinasikan media, mengimplementasikan IMC (Integrated Marketing Communication) atau komunikasi pemasaran terpadu.













BAB III
PENUTUP
1.1. KESIMPULAN
Penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima dari produk atau jasa yang di hasilkan. Penetapan harga telah memiliki fungsi yang sangat luas di dalam program pemasaran. Menetapkan harga berarti bagaimana mempertautkan produk kita dengan aspirasi sasaran pasar, yang berarti pula harus mempelajari kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen.
Strategi penetapan harga ditentukan oleh keputusan manajemen tentang bauran produk, kualitas produk, dan merek produk. Strategi distribusi juga mempengaruhi pilihan mengenai bagaimana harga akan berhasil di dalam kombinasi strategi periklanan dengan armada penjualan. Strategi penetapan harga mempengaruhi keputusan elemen bauran pemasaran lainnya. Karena, harga itu sendiri merupakan salah satu elemen bauran pemasaran. Dalam prosesnya strategi penentapan harga berlangsung penentuan tujuan, analisis situasi, pemilihan strategi, penentuan harga khusus dan kebijakan. Banyak bisnis menggunakan strategi penetapan harga untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Hal tersebut, ialah untuk mendapatkan posisi pasar, mencapai kinerja keuangan, penentuan posisi produk, dan mempengaruhi persaingan. Selain demikian dua kecenderungan pun hadir dalam penggunaan harga sebagai variabel strategis. Pertama, bisnis merancang harga secara fleksibel untuk mengatasi perubahan dan ketidakpastian. Kedua, harga seringkali digunakan sebagai elemen strategis bisnis dan pemasaran secara aktif. Analisis terhadap situasi penetapan harga dilakukan untuk mengembangkan strategi terhadap kurva lini produk atau memilih strategi penetapan harga terhadap suatu produk maupun merek baru. Penekanan formulasi strategi ditempatkan pada beberapa kegiatan penting yang mencakup analisis pasar, analisis produk, analisis persaingan termasuk pertimbangan hukum dan etika. Analisis tersebut, menunjukan luasnya daya lenting penetapan harga. Penetapan harga dapat didekati dari strategi sangat aktif, aktif, hampir aktif. Penetapan harga khusus dilakukan berdasarkan biaya, persaingan dan atau permintaan. Dalam keberadaannya pelaksanaan dan pengelolaan strategi penetapan harga mencakup penetapan kebijakan-kebijakan. Akhirnya, beberapa pertimbangan penetapan harga khusus terungkap,yaitu: saluran distribusi, daur hidup produk, hubungan kualitas dengan harga yang tidak selamanya berbanding lurus.
Secara garis besar, pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Dengan kata lain, proses distribusi merupakan aktivitaspemasaran yang mampu:
1.      Menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi-fungsi pemasaran yang dapat merealisasikan kegunaan/utilitas bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan.
2.      Memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan non-fisik. Yang dimaksud dengan arus pemasaran adalah aliran kegiatan yang terjadi di antara lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat di dalam proses pemasaran. Arus pemasaran tersebut meliputi arus barang fisik, arus kepemilikan, arus informasi, arus promosi, arus negosiasi, arus pembayaran, arus pendanaan, arus penanggungan risiko, dan arus pemesanan.
Dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas distribusi, perusahaan kerapkali harus bekerja sama dengan berbagai perantara (middleman) dan saluran distribusi (distribution channel) untuk menawarkan produknya ke pasar.
Marketing Communication ( Komunikasi Pemasaran ) adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk dan meningkatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merk yang mereka jual.
Komunikasi pemasaran dapat diidentifikasikan sebagai hal berikut:
1.       Mengidentifikasikan pasar dan kebutuhan konsumen atau persepsi konsumen.
2.       Mengidentifikasikan pasar dan kebutuhan konsumen atau persepsi konsumen.
3.       Mengvaluasikan sejumlah perilaku yang  tergambar diyakini dapat mencapai tujuan.
Strategi mempromosikan sebuah produk atau perusahan merupakan strategi pembangunanatribut yang akan dan terus dikenal oleh konsumen.
Komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditunjukan kepada konsumen. Tahap pertama yang ingin dicapai dari strategi komunikasi pemasaran adalah tahapan perubahan khowledge (pengetahuan), dalam perubahan ini konsumen mengetahui adanya keberadaan sebuah produk, tahapan kedua adalah perubahan sikap dalam consumer behavior perubahan sikap ini ditentukan oleh tiga unsure yang disebut oleh Sciffman dan Kanuk menunjukkan bahwa tahapan perubahan sikap ditentukan dan conation (perilaku), jika tiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan terhadap sebuah perubahan (kognitif, afektif, dan konatif)
Konsemen Indonesia setip saat berubah sedikit dengan sedit menuju sebuh tahapan yang disebut ”knowledge social”,  tahapan ketiga lebih berbahaya lagi setip perancang iklan yang bermaksud membodoh-bodohi konsumen. Perlu disadari bahwa batas-batasan etika ini sebenarnya tidak bermaksud membatasi keratifitas ide, bahkan memotivasi terjadinya inovasi dan kreatifitas iklan yang lebih tinggi dan membantu para kreatif untuk memberikan sebuah iklan.



DAFTAR PUSTAKA
1.      Kotler, Philip. Cetakan pertama 1987. DASAR – DASAR PEMASARAN EDISI TIGA. Jakarta : PT Midas Surya Grafindo
2.      Sunyoto, Danang. Cetakan pertama 2012. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Yogjakarta : CAPS.
3.      Usman, Husaini. Cetakan pertama Juli 2008. MANAJEMEN EDISI KEDUA. Jakarta : Sinar Grafik Offset.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar